Pengaruh Pekerja Informal, IPM, dan Kredit BPR terhadap Kemiskinan di Indonesia: Analisis Data Panel
DOI:
https://doi.org/10.59141/japendi.v6i12.8833Keywords:
Kemiskinan, Pekerja Informal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kredit BPR.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pekerja informal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan kredit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia menggunakan data panel 34 provinsi selama periode 2019–2023 dengan metode Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja informal berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas 0.0003 < α (0.05), kredit BPR berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas 0.0146 < α (0.05), sedangkan IPM berpengaruh negatif signifikan dengan nilai probabilitas 0.0000 < α (0.05). Temuan ini menunjukkan bahwa tingginya proporsi pekerja informal yang berpendapatan rendah dan minim perlindungan sosial serta penyaluran kredit yang tidak tepat sasaran dan kurang produktif dapat memperburuk kemiskinan. Sebaliknya, peningkatan IPM berperan dalam menurunkan kemiskinan melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan di Indonesia perlu dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, perlindungan dan pemberdayaan pekerja informal, serta perbaikan mekanisme penyaluran kredit agar lebih tepat sasaran dan produktif, sehingga dapat membantu masyarakat keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nadya Putri Aulia, Dita Dismalasari Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












