Hubungan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Berat Badan Lahir Bayi Di RSU Royal Prima Medan
DOI:
https://doi.org/10.59141/japendi.v7i1.9436Keywords:
Kadar hemoglobin, Anemia kehamilan, Berat badan lahir, Kesehatan bayi, RSU Royal Prima MedanAbstract
Penelitian ini mengkaji hubungan antara kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di RSU Royal Prima Medan. Anemia selama kehamilan, yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin, dapat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan retrospektif, melibatkan data sekunder dari 68 rekam medis ibu hamil yang melahirkan di rumah sakit antara Januari 2023 hingga Desember 2024. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Data kadar hemoglobin trimester ketiga dan berat badan lahir bayi dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil memiliki kadar hemoglobin normal (69,1%), sedangkan 29,4% mengalami anemia. Sebagian besar bayi lahir dengan berat badan normal (77,9%), namun kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) lebih tinggi pada kelompok ibu dengan anemia (10,3%) dibandingkan ibu dengan hemoglobin normal (5,9%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,004; p < 0,05) antara kadar hemoglobin ibu dan berat badan bayi lahir, dengan korelasi positif yang lemah (r = 0,345), mengindikasikan bahwa semakin tinggi kadar hemoglobin ibu, semakin tinggi berat badan lahir bayi. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan kadar hemoglobin selama kehamilan, terutama pada trimester awal, untuk mengurangi risiko berat badan lahir rendah dan meningkatkan outcome maternal-neonatal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yoga Pamuji, Siti Aisyah Dalimunthe, Irza Haicha Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












