Pemahaman Konsep Luas Permukaan Bangun Ruang Pada Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Dea Jufani Sinaga Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan, Indonesia
  • Safrida Napitupul Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Indonesia
  • Ramadhani Ramadhani Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan, Indonesia
  • Nurjannah Nurjannah Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59141/japendi.v7i2.9651

Keywords:

pemahaman konsep, bangun ruang, matematika, sekolah dasar

Abstract

Pemahaman konsep merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya pada materi bangun ruang yang menuntut kemampuan visualisasi dan penalaran spasial. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam akibat pembelajaran yang cenderung abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman konsep bangun ruang pada siswa sekolah dasar serta faktor-faktor yang memengaruhinya melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis artikel ilmiah relevan yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021–2025. Teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa berada pada kategori sedang, di mana siswa umumnya mampu mengidentifikasi bentuk bangun ruang namun mengalami kesulitan dalam memahami hubungan antar unsur serta penerapan konsep pada penyelesaian masalah. Faktor utama yang memengaruhi meliputi metode pembelajaran, penggunaan media konkret, dan keterlibatan aktif siswa. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya penerapan strategi pembelajaran inovatif berbasis visual dan manipulatif untuk meningkatkan pemahaman konsep secara optimal.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Sinaga, D. J., Napitupul, S., Ramadhani, R., & Nurjannah, N. (2026). Pemahaman Konsep Luas Permukaan Bangun Ruang Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 7(2), 95–102. https://doi.org/10.59141/japendi.v7i2.9651